Menilik Manisnya Nikmat Iman dan Islam
"... Shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw yang telah membawa kita dari kegelapan menuju jalan yang terang benderang. Sehingga kita bisa merasakan manisnya nikmat iman dan Islam..." Assalamualaikum, Blogger! Falimiar bukan dengan kata-kata yang saya jadikan tagline di atas. Biasanya kata-kata itu sering saya dengar di awal pidato, ceramah, atau yang lainnya sebagai muqaddimah setelah ucapan hamdalah. Jauh sebelum ini saya sendiri acuh dari kalimat ‘manisnya nikmat iman dan Islam’ meski sudah hafal di luar kepala dan sering menggukanannya sebagai pembukaan di beberapa kesempatan. Tidak inovativ memang, yang dipakai cenderung itu-itu saja hehe. Kalimat itu saya ucapkan begitu saja tanpa merasakan atau bahkan memaknai maksud di balik ungkapan itu. Qadarullah, sekarang saya ditempatkan di lingkungan yang jauh berbeda dengan sebelumnya. Sebelumnya saya tumbuh di lingkungan yang erat dengan nuansa Islam dan kondisi yang mendukung...