Postingan

Menampilkan postingan dengan label najmuddin

Akhir Kisah Penantian 40 Tahun

“Sesungguhnya apa yang kau inginkan? Belasan lamaran yang datang semuanya kau tolak. Bukankah kau tau bahwa menolak lamaran dari seorang sholih akan menimbulkan fitnah yang lebih besar bagimu. Kau tahu itu tapi kau tetap bersikukuh?” Najmuddin yang menghentikan bacaan Qurannya pun terheran-heran. Seorang syeikh yang selama ini ia kenal sebagai sosok penyabar bisa membentak lawan bicaranya seperti yang baru saja ia dengar. “Ada apa gerangan?” Batin Najmuddin. Ia ingin bertanya kepada sang Syeikh namun urung. Demi mendengarjawaban seorang wanita dibalik tabir. “Maafkan aku ayah. Aku hanya sedang menunggu. Menunggu seorang pria yang ingin menggandeng tanganku ke surga. Yang menginginkan lahir seorang putra dari rahimku yang kelak akan menaklukkan Palestina.” Sahut seorang perempuan yang ternyata anak dari gurunya. Mendengar jawaban dari wanita tersebut, tersentak hati Najmuddin. Dengan hati berdebar, Ia beranjak menghampiri gurunya. “ Yaa Syeikh, Demi Allah, dengan izinm...

Kisah Penantian 40 Tahun

Bismillahirrohmanirrohim. Di ujung pekan yang seharusnya saya gunakan untuk merampungkan penyususnan soal UTS, saya malah terngiang kisah cinta Najmuddin. Sebuah kisah yang hendak saya bagi sejak minggu lalu. Yang selalu saya tunda-tunda tiap hendak menuangkannya dalam tulisan. Betapa, kebiasaan yang buruk. Jadi, selamat menyimak cerita malam minggu ini! J Kisah Penantian 40 tahun Namanya Najmuddin. Seorang panglima perang pembela Islam yang berjaya di Irak. Sosoknya yang tampan  dan gagah membuatnya menjadi idaman para wanita. Selain ketampanannya, keshalihan dan prinsip hidupnya yang mulia semakin membuatnya menjadi idola. Ia biasa ditemui dalam kajian-kajian keislaman di saat Ia tak pergi berperang. Duhai, kepribadiannya sungguh memesona. Namun sayang, seorang Najmuddin tak kunjung menikah hingga usianya menginjak 40 tahun. Pada suatu kesempatan, bertanyalah salah seorang gurunya. “Wahai Panglima! Ada puluhan lamaran yang datang kepadamu. Dari ulama-ulama shol...