Postingan

Menampilkan postingan dengan label hidup

Ngobrolin Hidup #1

Gambar
"...Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu..."    Assalamualaikum, readers! Salah satu kebiasaan saya di pagi hari saat bersiap-siap ke kantor adalah m endengarkan murottal. Berawal dari kebiasaan teman saya di asrama sewaktu SMA yang hobi memutar lagu (K-Pop, western, Indo) di sela-sela aktifitas kami sebelum berangkat sekolah. Entahlah, kebiasaan itu membuat pagi kami lebih semangat, lebih ceria, dan ngaruh aja ke mood belajar hari itu. Sering kali beberapa dari kami request judul lagu dan sing along . Udah kayak radio internal pokoknya hehe . Honestly, semakin ke sini semakin jarang muter lagu, takut aja gitu . Banyak lagu-lagu favorit yang semakin didengar semakin bikin galau ( udah bawaannya mellow, tambah mewek aja ntar ), kalo udah galau suka capek sendiri ujung-ujungnya –emotionally exhausted. Sejak ngerasa gitu , saya berlari ke; Al-Qur’an. Hitung-hitung ihtiar mengingat juga, karena saya pribadi cenderung terbantu jika sering mendengar ay...

Titik Balik; An Intro!

Assalamualaikum, Blogger! Dalam hidup yang Allah titipkan kepada kita, seringkali kita dihadapkan pada banyak persoalan. Jika hidup diibaratkan dengan suatu kisah, maka tiap harinya adalah serangkaian kata yang akan membentuk kalimat. Kadang kita membutuhkan koma untuk berhenti sejenak, tanda tanya untuk menemukan jawaban, dan tanda seru untuk menunjukkan ketegasan. Pun kita pada akhirnya akan berakhir dengan sebuah titik. Dimana ia mengakhiri suatu paragraf, sekaligus membuka ruang untuk paragraf baru.  Rasanya saya tidak perlu menyampaikan basa-basi kenapa jarang ada postingan baru dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Karena intinya hanya seputar; malas, menunda, dan menghindar. Jadi, mari kita melepas rindu dengan saling bertukar kabar. Itu lebih terdengar menyenangkan bukan? :)  Saya tidak menyangka akan tiba pada titik ini lebih cepat. Titik yang menjadi akhir perjalanan mengajar di salah satu sekolah swasta sebagaimana saya ceritakan sebelumnya. Titik yang...

Mencari Alasan Untuk Jadi Guru

Gambar
“ Hidup Sekali Hiduplah Yang Berarti” Semasa saya menempuh pendidikan menengah pertama, saya sangat akrab dengan pepatah atau semboyan di atas. Semboyan yang menjadi visi di tempat saya belajar dan selalu dielu-elukan setiap hari. Tapi ya begitu, kala itu saya hanya seorang santri biasa yang kurang paham hakikat makna dari semboyan kami itu. Dibaca dan berlalu begitu saja. Di tahun ketiga sekolah menengah akhir, saya dipusingkan dengan persoalan ‘ mau kuliah dimana dan ambli jurusan apa’. Di sinilah semua bermula. Saya sedang geruntelan di kasur asrama dengan teman-teman sekamar. Kami sedang membicarakan hal yang serius waktu itu. Lebih tepatnya, teman-teman saya sudah sangat serius memikirkan masa depan sedangkan saya sendiri masih bingung, hehe. Salah satu teman saya –yang paling dewasa pemikirannya- bertanya “ kamu pengennya jadi apasih?” saya hanya menjawab dengan ‘hmm’ dan ‘haha hehe’ panjang. Dengan sabar dan telaten, teman saya menjelaskan. “Coba deh, dipikirin mulai s...