Postingan

Menampilkan postingan dengan label puisi

Sebenarnya

/1/ Manusia tidak pernah diciptakan untuk berbohong. Lihat saja; rona wajah memerah, manik mata berpendar, senyum yang mekar. /2/ Manusia tidak pernah diperintah untuk berpura-pura. Perhatikan saja; alis bertaut, pandangan ragu, bibir yang resah. /3/ Manusia tidak pernah diminta untuk berbohong. Dengarkan saja; jantung berdegup, hati berbisik, rasa yang buncah. /4/ Aku tidak pernah berbohong Jika saja kau ada waktu; untuk teliti, tidak abai, dan awas. Kau akan tau sebenarnya; aku mencintaimu dan Aku tidak berbohong.

Puisi Yang Sederhana

Puisi selalu sederhana Yang rumit itu rindunya; boleh tidak, berbalas tidak. Puisi selalu sederhana Yang pelik adalah cintanya; kepada siapa, berbalas tidak. Ah, kadang rindu dan cinta pun sederhana rindu ya rindu saja, cinta ya cinta saja. Sederhana. Tapi; Itu buta namanya.

Mencintai Puisi

Adalah memeluk kenangan pahit             mengasihi rasa sakit             merelakan patah hati             menerima takdir hidup ini Mencintai puisi, adalah mencintai keutuhan dirimu sendiri Selamat hari puisi. 22 Maret 2019.

Naif

Pada sebuah rasa Yang tetiba menyeruak kembali, seketika aku sesak Pada rasa yang berujung tanya (?) Sempat terhenti pada koma(,) Demi nafas yang mengambil jeda Tapi kabarmu hadirkan rasa Yang tak kutau harus bagaimana Agaknya hatiku mulai panik               Dengan semua memori serupa manik-manik Riuh rendah pendarnya berbisik Bahkan sebelum aku menanam titik (.) 150318

Angkuh

Ialah masa Yang acuh pada luka Pun abai pada bahgia 03/ 11

Yang Membuat Gila

Tuan, di luar sana orang ramai bicara cinta Soal bagaimana menunggu, juga tentang menyulam rindu Sedang aku di sini ingin bertanya Perihal yang dikata bisa membuat gila Yaa cinta itu Bolehkah kunamai cinta saat pertemuan tak temu percakapan tak bahasa juga seulas senyum yang tak jua terulum /tapi aku mencintaimu/ /pun sangat merindukanmu/ Lalu cinta kah ia ketika nama tak abjad rupa tak wujud juga hadir yang tiada /tapi aku mencintaimu/ /pun mendoakanmu selalu/ ?

Untuk D.

D. Untuk semua doa baik yang kau kirim Malaikat meniupnya, melangit. Juga semua pinta mulia yang kau sulam Tuhan tak menjadikannya rumit. Tapi D, Ringankan bebanmu Tegaklah pundakmu Cukupkan risaumu Kejarlah bahagiamu Bahagiamu. Hanya kau yang mampu. Hanya kau yang tau. 14.12.17 Dari aku, yang kau temui sebelum belokan itu.

Tanda

Tanda. Binar mata/ Rona pipi/ Rekahan senyum/ Degup jantung(?) Mana di antaranya Yang paling Mengisyaratkan adanya Aku jatuh hati(?) 200517

Safar.

Safar. 9Itu rumahmu. Kau kenali setiap Alas ubinnya, retak dindingnya Decit pintunya,  dan lagi Temaram lampunya Kau mungkin berjalan Menuju entah, jauh. Kelak pulanglah, karna ia dekat. Rumahmu itu. 170517

Maka Hujanlah!

Maka Hujanlah! Di harimu yang terik Masalah sungguh pelik Dan pikirmu kian panik Maka hujanlah, di hatimu. Di benakmu yang peluh Sibuk menghapus keluh Bahkan terbesit mengaduh   Maka hujanlah, di hatimu. Ijinkan; rintiknya membasahi yang semula kering nyanyiannya menemani yang semula sepi Untuk Di, Selamat Hari Puisi Nasional. 280417.