Judul: Fitrah Based Education Penulis: Harry Santosa Penerbit: Yayasan Cahaya Mutiara Timur Tahun terbit: 2018 (Cet. 6) Tebal: 432 hlm Reviewer: Fairus Zahidah Buku ini bisa dikatakan sebagai buku yang membuat jatuh hati pada pandangan pertama. Pada bagian depan (cover) nya tertulis beberapa tagline selain judulnya sendiri yang sudah unik. Tagline itu tertulis: “Menjadikan Pendidikan Sejati selaras Fitrah, Misi Hidup, dan Tujuan Hidup " Sebuah Model Pendidikan Peradaban bagi Generasi Peradaban Menuju Peran Peradaban Dan masih dibubuhi dengan kalimat; Panduan Pendidikan Sejati Bagi Ayah Bunda dan Pendidik Bagi orangtua dan siapapun yang bergelut dibidang pendidikan pasti tertarik membaca buku ini. Apa saja isinya? Nah, sebagaimana tersampaikan dari judulnya, buku ini membahas tentang konsep/model pendidikan berbasis fitrah. Mengapa harus berbasis fitrah? Dalam menjelaskannya, penulis lebih dulu memaparkan data-data tentang keadaan pendidikan kita hari...
"...Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu..." Assalamualaikum, readers! Salah satu kebiasaan saya di pagi hari saat bersiap-siap ke kantor adalah m endengarkan murottal. Berawal dari kebiasaan teman saya di asrama sewaktu SMA yang hobi memutar lagu (K-Pop, western, Indo) di sela-sela aktifitas kami sebelum berangkat sekolah. Entahlah, kebiasaan itu membuat pagi kami lebih semangat, lebih ceria, dan ngaruh aja ke mood belajar hari itu. Sering kali beberapa dari kami request judul lagu dan sing along . Udah kayak radio internal pokoknya hehe . Honestly, semakin ke sini semakin jarang muter lagu, takut aja gitu . Banyak lagu-lagu favorit yang semakin didengar semakin bikin galau ( udah bawaannya mellow, tambah mewek aja ntar ), kalo udah galau suka capek sendiri ujung-ujungnya –emotionally exhausted. Sejak ngerasa gitu , saya berlari ke; Al-Qur’an. Hitung-hitung ihtiar mengingat juga, karena saya pribadi cenderung terbantu jika sering mendengar ay...
Binar Mata Itu Kamis, hari kelima dalam seminggu ini dibuka oleh mata kuliah Bahasa Inggris di kelas saya. Semester tiga ini, mata kuliah Bahasa Inggris menempati posisi mata kuliah favorit saya. Kenapa? Simpel saja, karena delapan mata kuliah lainnya adalah mata kuliah yang berkenaan dengan jurusan yang saya ambil yakni Pendidikan Agama Islam. Cukuplah mata kuliah ini menjadi pelipur kejenuhan setelah seminggu bergulat dengan materi pendidikan. Seperti biasa, kami tiba di kelas sebelum dosen memasuki ruang kelas.Beberapa saat menunggu, dosen yang dinanti akhirnya muncul juga. Perkenalkan, dosen paling kece dari semua dosen yang pernah mengajar saya, haha. Sebut saja beliau Mrs. O. Dosen muda, ayu, dan selalu tampil fashionable ini pernah bercerita bahwa beliau baru saja mengikat janji suci dengan seorang dokter gagah –setidaknya begitulah imaji...
Komentar
Posting Komentar