Postingan

Sebuah Keniscayaan

Sebagaimana hujan maka basah dan api panas bara, lalu Jarak dan rindu ialah; Sebuah keniscayaan yang lain. Urunglah risaumu, hati. Dalami rindu dan jadilah utuh. 15/08/17

Apa Yang Harus Kutulis Pagi Ini

Apa yang harus kutulis pagi ini Tuan? Jalan macet sepanjang perjalanan menuju sekolah, Murid murid yang selalu bertanya tentang apa saja, Atau deretan rumah pinggir kali yang selalu kulewati sepulang sekolah? Setidaknya beritahu aku, Seketika akan kukabarkan semuanya padamu. Maka sedikitnya beritahu aku. Kabarmu. 11/08/17

Kehilangan

Mengapa kehilangan selalu luka Padahal ia menyembuhkan di saat yang sama(?) Mengapa kehilangan senantiasa duka Padahal ia bahagia di waktu yang sama(?) Mengapa pula kehilangan selalu tangis Padahal ia tawa pada detik yang sama(?) Duhai, tak bisakah kita mempunyai hati dua. Agar duka dan bahgia berdegup seirama. 7/8/17

Perayaan Melepas Rindu (2)

Reuni. Adalah sebuah perayaan melepas rindu. Mengistirahatkannya dengan bertemu. Kau sendiri yang tau seberapa lama ia menunggu. Sampai waktu tak lagi malu-malu. Bagaimana kabarmu? Tanyamu. Maka senyum adalah jawabku. Sebab rindu telah menjelma kupu-kupu. Yang bermain indah di matamu. 040717

Persaudaraan Kapal Fery (1)

Ini cerita kami, anak-anak Timur. Anak-anak rantau yang kembali pulang ke kampung halaman. Adalah Tanah Lohayong, desa kami dan desa nenek moyang kami. Butuh waktu sehari semalam untuk sampai di sana menggunakan kapal laut dari Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sudah menjadi tradisi bagi kami untuk pulang setiap lima tahun sekali. Kami pulang untuk menjalin kembali persaudaraan dan persahabatan. Kami pulang untuk membangun desa kami. Menjadikannya lebih madani. Dengan segenap usaha yang kami miliki. Untuk tiba di kampung halaman ada beberapa alternatif yang dapat ditempuh. Pesawat terbang dari bandara Eltari Kupang menuju bandar udara di Larantuka dengan waktu tempuh 45 menit dengan budget enam ratus ribu rupiah kurang lebih. Kemudian melanjutkan perjalanan dengan perahu motor selama 1 jam. Jalan lain adalah dengan menaiki kapal laut. Ada beberapa kapal yang dapat dipilih. Kapal besar dengan fasilitas tempat tidur, kapal kecil (Fery) dengan fasilitas yang cukup terbatas ...

Apa Kabarmu, Tuan?

Kalau kau ingat Tuan, kita pernah berada dalam satu kapal. Perjalanan singkat kala itu. Butuh waktu yang cukup lama utuk kita saling bicara. Kau tau, aku tidak mudah ramah dengan orang asing. Kalau bukan karena buku yang kubaca waktu itu -yang ternyata buku kesukaanmu- mungkin tidak ada obrolan panjang sesudahnya. Baiklah Tuan, bagaimana kabarmu kini? Hari ini purnama ketiga setelah pertemuan terakhir kita di dermaga itu. Aku ingat, bagaimana kita terlalu lelah untuk mengucap janji bertemu lain waktu atau bahkan untuk sekedar bertukar nomor telepon. Bagaimana tidak, kita bercerita banyak hal sepanjang perjalanan. Kisahmu, kisahku. Perjalan-perjalananmu, perjalanan-perjalananku. Sungguh, aku menikmatinya. Semoga kau baik. Karena kau orang baik. Tuhan menyayangi orang baik bukan? 180617

Tanda

Tanda. Binar mata/ Rona pipi/ Rekahan senyum/ Degup jantung(?) Mana di antaranya Yang paling Mengisyaratkan adanya Aku jatuh hati(?) 200517